Minggu, 30 Januari 2011

Cara Membackup Data ke Virtual Hardisk Pada Windows 7

Membuat cadangan data adalah suatu keharusan jika Anda memiliki data yang penting pada PC Anda agar anda tidak kehilangan data. Kali ini akan dibahas cara unik untuk menggunakan virtual hardisk pada Windows 7 untuk menyimpan cadangan beberapa file.
Membuat Virtual hardisk
Hal yang pertama dilakukan untuk media penyimpanan adalah dengan membuat virtual hardisk, caranya :
  1. Klik kanan Computer, kemudian pilih Manage
  2. Setelah Jendela Computer Management muncul, pilih Storage, lalu Disk Management.
  3. Klik menu Action, kemudian klik pilihan Create VHD
  4. Pilih Drive dimana Virtual hardisk akan di buat serta ukurannya, Anda bisa membuatnya di Drive D, E atau di External hardisk anda. Pastikan apakah Anda ingin membuat virtual hardisk yang dinamis yang dapat bertambah kapasitasnya atau ukuran tetap. Anda akan melihat virtual drive terdaftar sebagai ruang yang tidak terisi (Unknown). Klik kanan kotak kiri (Virtual Hardisk) dan klik menu Initialize Disk.
  5. Kemudian klik kanan kotak daerah Unallocated, lalu klik menu “New Simple Volume”
  6. Jendela New Simple Volume Wizard akan muncul, Centrang pilihan “Format this volume with the following setting”, pilih File system “NTFS”. Allocation Unit Size (pilih sesuai dengan selera anda) kalau anda tidak mengerti pilih “Default”, Ketik Nama Drive virtual pada kotak Volume Label, lalu centarng pilihan “Perform a quick format” Lalu klik Next.
  7. Ketika Proses membuat virtual Hardisk selesai, Anda akan melihat VHD baru terdaftar sebagai Hard Disk Drives di Komputer. Sekarang Anda dapat menggunakannya seperti yang Anda lakukan pada setiap drive, dan membuat cadangan file.
  8. Anda dapat mendrag file ke virtual hardisk tersebut, atau mengaturnya sebagai cadangan dengan Windows Backup dan Restore atau app cadangan preferensi Anda.
Membuat Bacup System
  1. Jalankan Backup and restore dengan mengetik pada kotak search Backup and Restore dari start menu.
  2. Bila muncul Jendela baru, klik Set up backup
  3. Pilih Drive virtual sebagai tempat penyimpanan
  4. Akan muncul jendela pesan “What do you want to back up?”, jika anda ingin menentukan sendiri aplikasi yang anda backup, centrang pilihan “Let me choose”
  5. Sekarang Anda dapat mulai memilih file dan folder yang ingin Anda backup. Dalam contoh ini, kita hanya back up beberapa dokumen, baik di bawah ukuran 2GB VHD. Hapus centang Include a system image of drives before continuing on sebelum melanjutkan.
  6. Anda dapat mensetting skedul Backup jika anda inginkan, silahkan atur waktu skedul backup.
  7. Setelah Anda selai melakukan pilihan, akan tampil pratinjau pengaturan Backup Anda dan klik Save setting and run backup.
  8. System akan segera melakukan proses backup, setelah proses backup selesai, anda dapat membuka drive virtual untuk melihat isi dari hardisk virtual tersebut.
  9. Bila anda drag file keluar dari Virtual hardisk atau dengan mengklik 2 kali icon file tersebut, maka akan muncul jendela Windows Backup. Anda dapat memilih Restore file dari pilihan menu tersebut.
Penggunaan Hardisk Virtual hanyalah alat strategi untuk menyimpan cadangan file Anda. Hal menarik lainnya adalah Anda dapat menyalin file Virtual hardisk ke lokasi lain. Misalnya Share ke jaringan, eksternal HD, thumb drive, dapat digunakan dalam VM.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar